Sebagaimana yang kita ketahui, R.A. Kartini dan Ki Hajar Dewantara, keduanya menjadi sosok inspiratif dalam dunia pendidikan. Perlu diingat bahwa perkembangan zaman mempengaruhi pembelajaran kurikulum untuk menyesuaikan kebutuhan siswa sesuai masanya. Kurikulum beserta alat pembelajaran pun berubah, sebagai contoh papan tulis dan kapur yang digunakan pada masa lalu sekarang menjadi papan tulis putih dengan spidol, ada infokus, bahkan saat ini ada pula smart whiteboard.
Berikut karakter guru yang berintelektual tajam: kritis (analisis dan evaluasi), kreatif (interaktifitas dalam mengajar), kolaboratif (mau belajar), dan reflektif (terbuka terhadap evaluasi).
Adapun strategi yang dapat dilakukan untuk menajamkan intelektualitas guru diantaranya adalah belajar sepanjang hayat, membangun budaya reflektif dan evaluasi pembelajaran, aktif menulis dan cipta karya, serta menerapkan metode inquiry dan project based learning.
Bagi guru SDIT Al Haraki yang ingin menerapkan salah satu strategi untuk menajamkan intelektualitas dengan aktif menulis dan cipta karya, dapat mengirimkan tulisan artikel/karya ciptanya untuk diunggah dalam website sd.alharaki.sch.id yang merupakan wadah untuk berbagi praktik baik bagi rekan pendidik maupun masyarakat umum.
Dengan berbagai perubahan zaman dan tantangan yang menyertainya, guru wajib bertranformasi menjadi guru yang relevan dengan zaman, sebagai inspirator dan siap menghadapi gen alpa, serta tantangan masa depan.
“Setiap langkah guru adalah pijakan lahirnya generasi hebat di masa depan.”
















