Inovasi ramah lingkungan kembali lahir dari siswa SDIT Al Haraki. Kali ini, Shibarra Nareswarahesa menghadirkan karya berjudul “Pupuk Menggunakan Tulang (Bone Meal)”, sebuah pupuk organik alami yang dibuat dari limbah tulang ayam.
Limbah tulang ayam merupakan salah satu jenis sampah organik yang banyak dihasilkan dari sisa makanan rumah tangga, pedagang makanan, maupun industri pengolahan ayam. Umumnya, tulang ayam dibuang begitu saja sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan menambah jumlah sampah. Padahal, tulang ayam mengandung unsur hara penting seperti kalsium (Ca), fosfor (P), serta mineral lainnya yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.
Melalui proyek ini, Shibarra bertujuan untuk mengetahui cara memanfaatkan tulang ayam bekas menjadi pupuk organik (bone meal) yang ramah lingkungan, mengurangi limbah, sekaligus membantu tanaman tumbuh lebih subur dan sehat. Inovasi ini juga menjadi alternatif dari penggunaan pupuk kimia berlebihan yang dalam jangka panjang dapat merusak struktur dan kesuburan tanah.
Setelah pupuk tulang ayam berhasil dibuat, Shibarra melakukan uji coba pada tanaman cabai. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman yang diberikan pupuk tulang ayam memiliki pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan tanaman yang tidak diberi pupuk tersebut. Hal ini membuktikan bahwa pupuk organik dari tulang ayam memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman.
Karya ini tidak hanya menunjukkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mengajarkan pentingnya pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna. Melalui inovasi sederhana ini, siswa SDIT Al Haraki belajar bahwa barang bekas dapat diolah menjadi solusi berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
👉 Klik link di bawah ini untuk melihat proses pembuatan dan hasil karya secara lengkap.
https://drive.google.com/file/d/17bgKH5JYjRi1E8tBMWJch9y7vgjNr_Ty/view?usp=sharing