Bulan Imunisasi Anak Sekolah

SDIT Al Haraki bekerjasama dengan Puskesmas Pancoranmas melakukan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). BIAS Campak merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh puskesmas Pancaronmas dengan sasaran siswa-siswi level 1 karena pada usia ini terjadi penurunan tingkat kekebalan tubuh, maka dari itu pemerintah menyelenggarakan imunisasi ulang (booster) . Sesuai dengan rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), jadwal imunisasi campak yaitu diberikan sebanyak 3 kali, yang pertama pada usia 9 bulan dan dosis penguatan kedua 18 bulan , dosis booster kedua saat SD kelas umur 5-7 tahun dalam program BIAS.

Imunisasi adalah pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit. Imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi belum cukup untuk melindungi diri dari aneka penyakit maka imunisasi ulang perlu diberikan kembali sampai usia anak sekolah. Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun ini untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak usia SD terhadap penyakit campak. Peran guru menjadi sangat penting dalam memotivasi murid dan orangtuanya. Alhamdulillah SDIT Al Haraki mendukung siswanya untuk mendapat imunisasi di sekolah oleh petugas Puskesmas setempat.

BIAS ini diselenggarakan melalui Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS), dimana imunisasi merupakan salah satu komponen kegiatan UKS. Kebijakan UKS mengikuti kebijaksanaan umum Depkes RI. Pemerintah daerah diberikan wewenang untuk menjalankan usaha kesehatan sekolah yang disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah setempat, sesuai dengan usaha mewujudkan desentralisasi dan otonomi daerah dalam usaha-usaha di bidang kesehatan (Depkes, 2001).

Semoga anak-anak Indonesia dengan adanya program BIAS tumbuh menjadi anak yang sehat dan memiliki kekebalan terhadap virus campak. Dan Tercapainya tingkat kekebalan yang tinggi sehingga dapat memutuskan rantai penularan virus, dapat meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi peserta didik serta tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas.